Monday, December 2, 2019

Sebuah Cerita Patah Hati Biasa



Gue pernah denger kalau patah hati itu seharusnya bukan membuat kita menderita, tapi membuat kita lebih kuat. Gue juga pernah denger kalau patah hati itu seharusnya tidak perlu “dirayakan” terlalu lama, karena hidup harus terus berjalan maju, nama bekennya, kamu harus move on broh!
Iya, badai pasti berlalu, seperti cintamu yang berlalu, patah hatimu, juga pasti akan berlalu. Waktu akan menyembuhkan lukanya, begitulah kata pepatah.
Meskipun gue kurangsetuju juga, sebenernya yang menyembuhkan luka bukan waktu, tapi apa yang kamu lakukan di waktu-waktu itu.Kalau kamu terus meratapi dan mengurung diri di kamar,mau 100 tahun juga luka nya gak sembuh-sembuh broh!
Jadi perbanyak menyerap energi positif agar lukanya cepat sembuh, dan hindari aktifitas yang menyebabkan energi negatif datang lagi.
Anyway, seperti apa kisah patah hati terhebat lo?
Sebenernya apa sih arti patah hati terhebat, sepertinya semua patah hati ya hebat. Hebat sakitnya, hebat perihnya, hebat ganggunya. Namanya aja patah hati, sakit lah!
Bagi gue, patah hati itu sakit.Ya iyalah!
Tapi ada satu patah hati yang berkesan bagi gue, bukan, bukan orangnya berkesan, bukan karena dia cinta pertama gue.Tapi karena melalui pengalaman patah hati ini, gue banyak belajar.  Gak tau kenapa, pengalaman patah hati ini membuat gue mendapatkan banyak pencerahan, pelajaran dan pembelajaran.

Patah Hati Membuat Gue Menyadari Bahwa Ada Cinta Yang Bisa Kadaluarsa.

Mungkin kamu semua pernah denger cinta kadaluarsa ya, kayaknya ada filmnya deh.
“Sayang, aku sayang banget sama kamu, aku gak akan ninggalin kamu,”
“Sayang, makasih ya kamu selalu maafin aku, emang cuma kamu yang bisa nerima aku apa adanya,”
“Sayang, aku janji, kita gak akan pisah, kita bakal sama-sama terus,”
“Tuhan, berkatilah hubungan kami, supaya sampai jenjang pernikahan,”
“Tuh kan sayang, mau kamu marah, nyebelin kayak apapun,aku bakal tetap maafin kamu, dan gak akan ninggalin kamu.”
“Kamu emang udah keterlaluan, tapi aku sayang kamu, selain karena perselingkuhan,aku janji kita gak akan pisah,”
“Kalau kita pisah,mungkin move on nya bakalan lamaaaa banget, kayaknya aku gak bakal bisa move on deh,”
“Sayang, kamu jangan tinggalin aku ya,”
Daaaannnn banyak kata-kata manis lainnya, yang gak Cuma diucapkan oleh lo cowok-cowok, tapi juga lo cewek-cewek.
Gue gak bilang kata-kata itu bohong dan gombal. Mungkin saat itu, kata-kata itu memang tulus,murni, suci dan sungguh-sungguh dikatakan keluar dari lubuk hati yang terdalam. Bukan bermaksud membohongi pasangan. Bukan gombal, emang beneran.
Pernah gak kamu ngucapin itu ke pasangan kamu? Pasti pernah, gue juga pernah, dan pernah diucapin hal-hal itu juga. Kemudian saat kamu patah hati, mungkin kamu bakal menganggap semua kata-kata itu kebohongan, bahkan kamu akan marah ketika mengingatnya.
Tapi, setelah gue pikir-pikir lagi, ternyata cinta itu ada kadaluarsanya. Maksud gue gini, orang yang begitu menyayangi pasangannya, sampai bisa mengucapkan kata-kata tersebut, ternyata bisa juga menjadi orang yang meninggalkan pasangannya. Terkadang melalui sebuah perpisahan, kita baru bisa mengetahui bahwa cinta ternyata punya batasan. Batasan itu dinyatakan dengan sebuah perpisahan. Orang yang hari ini nampaknya bisa menerima semua kekuranganmu,bisa jadi kelak adalah orang yang akan meninggalkanmu atau berpisah darimu karena kekuranganmu.
Ekstrimnya, orang yang sama, yang berkata kamu adalah orang yang dia cintai dan yang dia puja, dia juga yang menjelekan kamu di depan semua orang setelah kalian berpisah. Orang yang dulunya mencintaimu menjadi orang yang membencimu. Cinta ada kadaluarsanya.

Patah Hati Membuat Gue Menyadari Bahwa Setiap Orang Punya Batasan Untuk Mencintai.

Gue punya temen yang sangat menyayangi pasangannya, saking sayangnya, sampai saat pasangannya minta ketemu,apapun yang sedang dia kerjakan dia tinggalin sejenak buat ketemu pasangannya. Dibela-belain jam makan siang dateng ke tempat pasangannya.
Gue juga punya temen, yang dulu tidur selalu on time jam 9 malem, giliran punya pacar,tidurnya bisa jam 1 malem bahkan lebih larut lagi, dibelain nahan ngantuk buat telponan sama pacar. Besokannya kerjapun jadi ngantuk.
Gue juga punya temen yang meskipun abangnya gak suka sama pacarnya, dia tetep aja pacaran, bahkan rela jadi penengah supaya abangnya dan pacarnya ini gak bertengkar.
Gue juga punya temen, dia rela beliin apa aja yang pacarnya mau, meskipun kantong mulai bolong. Rela nganterin kemana aja dia pergi, rela gak istirahat demi ketemu pacar karena waktu yang begitu sulit didapatkan di sela-sela kesibukan.
Gue juga punya temen, yang walaupun ceweknya marah-marah, dia tetep aja sabar, bahkan ceweknya yang salah, dia yang minta maaf. Terus kalau berantem, bisa ampe pagi telponan gak habis-habis. Pernah juga ceweknya ngambek, dia harus minta maaf sampe mohon-mohon baru deh ceweknya mau maafin. Seolah temen-temen gue ini orang yang teraniaya, dan bener-bener menyayangi pacarnya, bisa nerima pacarnya apa adanya pake banget. Mungkin kita aja gak sanggup kayak gitu ya. Tapi....
Gue kira mereka bakalan awet sampe nikah, karena ya cowoknya udah baik banget gitu coba. Gue lihat ceweknya meskipun masih manja, cemburuan, kadang gak pengertian, dan masih sering ribut, tapi si cewek udah mulai ada perubahan, mulai mau ngalah, kalau marah udah gak lama. Harusnya happy ending di pelaminan ya.
Belakangan gue liat mereka putus. Dan kamu tau? Cowoknya yang kemaren begitu menyayangi ceweknya ini, berubah jadi orang yang sangat dingin, seolah semua yang dia lakukan kemaren itu gak pernah terjadi. Bahkan ngejelek-jelekin mantannya. Kemana semua kebaikan dan ketulusan lu dulu broh?
“Bro, kamu yakin gak mau balikan sama cewek kamu?”
“Gak,”
“Kok gitu? Coba aja kamu ketemu dulu sama dia, ngobrol bareng duduk berdua, ya kalau emang ga balikan juga gak apa-apa, tapi sebaiknya putus itu jangan lewat sosmed,”
“Buat apa? Emang apa yang perlu dibicarakan lagi, kan udah jelas.”
“Ooo, yaudah kalau gitu.”
Belakangan gue tau, ceweknya ini ngelamar kerja di luar kota, enggak bilang sama temen gue ini. Yah, Terlepas dari masalah ini udah bertumpuk atau ada masalah baru, kedua orang ini memutuskan untuk berpisah dan mengambil jalan masing-masing, seolah semua hal yang pernah terjadi udah gak berarti lagi. Kesimpulannya, cintanya udah sampe batasnya.

Patah Hati Membuat Gue Menyadari Bahwa Gue Harus Mencintai Diri Gue Sendiri.

Justin Bieber bilang “Love Yourself”, gue rasa itu adalah lagu yang dia ciptakan ketika dia patah hati pas putus dengan Selena Gomez. Uniknya, Selena Gomez juga bikin lagu judulnya “Lose You To Love Me” yang mana itu juga adalah lagu patah hatinya doi setelah bubar sama si Justin. Menurut Selena, untuk bisa mencintai dirinya sendiri, untuk bisa menjadi dirinya sendiri (lagi) dia harus kehilangan kamu (Justin?), dia harus membenci kamu (Justin?). Well, artinya waktu mereka sedang menjalin hubungan, kemungkinan besar mereka kehilangan diri mereka sendiri dan tidak mencintai diri mereka sendiri.
Kita tahu bahwa hubungan keduanya bubar jalan, bahkan Justin udah nikah sama Hailey. Dari sini gue jadi tahu, patah hati bisa membuat kita sadar bahwa selama ini, kita mungkin terlalu “mencintai” pasangan kita, sampai kita lupa mencintai diri kita sendiri, sampai kita bahkan kehilangan diri kita sendiri. Buktinya?
“Kalian tuh tiap minggu berantem, dan masalahnya itu-itu aja,”
“Kamu udah tau dia orangnya gak bisa bikin keputusan, kenapa kamu masih ngarep dia bisa ngambil keputusan?”
“Kamu udah tau dia suka genit ama cewe-cewe dan kamu gak suka cowo yang genit, kenapa kamu masih mau sama dia? Kamu berharap dia berubah apa kamu goblok?”
“Kamu udah tau kalau kamu minta itu dia gak bisa kasi, kenapa kamu selalu minta itu? Kamu berharap dia bakal nganggep kamu sespesial itu? Kamu berharap dia bisa kasi kamu sesuatu yang nggak bisa dia dengan memberikan sesuatu yang dia gak bisa berikan bahkan ke orang lain.”
Dan masih banyak lainnya, yang kita udah tahu itu mustahil kita temukan pada diri pasangan kita, tapi kita tetep maksain suatu saat keadaan/dia bakal berubah. Lebih bodohnya, kita udah tahu ada hal atau sifat pasangan yang gak bisa kita tolerir, tapi kita masih tetap maksa berada di hubungan itu. Bodoh? Iya. Nyakitin dii sendiri? Iya. Cari perkara? Iya.
Tapi kenapa masih banyak orang goblok di dunia ini?
Namanya aja masih sayang.
Yah, kalau alasannya itu gua mah udah gak bisa ngomong. Wkwkwk.
Orang bijak pernah bilang, kenali batasan dirimu.
Setiap orang punya batasan masing-masing, ada yang bisa tahan punya pasangan yang cuek, ada yang engga. Ada yang bisa tahan sama pasangan yang baik dengan semua wanita, ada yang gak tahan bahkan menganggap itu sebuah pengkhianatan, ada yang tahan dengan orang yang cerewet dan cemburuan, ada yang engga. Setiap orang punya batasan toleransi masing-masing.
Kalau kita gak bisa mentolerir sesuatu, seharusnya kita tidak berada di lingkungan atau kondisi tersebut bukan? Paling engga, kita harusnya jaga jarak dan bersikap cukup tahu kemudian tidak terlalu intens di lingkungan atau situasi itu. Sayangi dirimu dengan tidak berada di suatu lingkungan atau hubungan yang kamu sendiri tahu itu merugikan dan menyakitkan buatmu. Misalnya kita udah tahu kalau orang ini gak bisa jaga rahasia, paling bener adalah tidak menceritakan rahasia kita ke orang tersebut. Itu adalah sikap orang yang mencintai dirinya, mengenali batasan dirinya,tidak mau menyakiti dirinya sendiri dengan sengaja.
Contoh lagi, kamu udah tahu disitu ada tembok, jangan sengaja tabrakin diri ke tembok itu, udah tahu kalau tabrakin diri ke tembok itu, ya bakal sakitlah bego.
Lucunya,orang yang lagi jatuh cinta kadang ya sebodoh itu.
Terlalu banyak mentolerir dan tidak lagi mengenali batasan dirinya sampai tidak sadar dirinya sudah terluka dan teracuni terlalu banyak.
Karena itu kalau kamu patah hati, bersyukurlah, Tuhan sayang kamu. Dia gak mau kamu terluka lebih dalam, karena bahkan manusia-manusia terdekatmu kadang tidak bisa menolongmu. Hanya Tuhan yang bisa, melalui memisahkanmu dari orang yang tanpa kamu sadari, menyakiti kamu terlalu banyak.
Setelah gue mengalami patah hati karena sebuah perpisahan, gue jadi lebih sadar, orang seperti apa yang bisa gue jadikan pasangan, orang seperti apa yang engga. Bahkan bukan cuma perkara pasangan hidup. Setiap orang yang membuat gue patah hati dan terluka, membuat gue jadi tahu, orang macam apa yang bisa gue jadikan teman, sahabat, atau sekedar kenal aja. Karena gue lebih mengenali batasan diri gue, batasan toleransi gue.
Jangan sakiti dirimu, sebuah hubungan yang baik adalah hubungan yang menerima dan memberi.
Cintai dirimu sendiri, supaya oranglain bisa mencintai kamu selayaknya kamu mencintai dirimu. Cintai dirimu supaya kamu bisa mencintai oranglain seperti kamu mencintai dirimu. Cintai dirimu supaya kamu bahagia dan membuat orang disekitarmu merasakan kebahagiaanmu juga.

Patah Hati Membuat Gue Menyadari Seberapa Berharga dan Hebatnya Gue

Waktu kita patah hati, ada masa di mana kita akan menjadi orang yang linglung, seperti kehilangan arah dan kehilangan sandaran. Iya,apalagi cewek, karena sebelum berpisah, kita mungkin terlu bersandar dengan pasangan.
Curhat? Sama pasangan
Nonton? Sama pasangan
Ke kampus? Sama pasangan
Nongkrong? Sama pasangan
Makan? Sama pasangan
Yailah...
Segalanya dilakukan bareng pasangan, ya wajar ajalah ketika perpisahan datang, kita seperti kehilangan sesuatu yang selalu bersama kita, kecuali yang LDR ya moon maap.
Wajar kapal kita jadi oleng, wajar kita merasa hampa, wajar kita sedih, wajar merasa kesepian. Gapapa, itu wajar kok.
Terus waktu lagi patah hati, kamu mungkin merasa tingkat kepercayaan diri menurun. Ya gimana, kamu ditinggal orang yang selama ini memuja kamu, mencintai kamu, sepertinya menerima kamu apa adanya. Wajar kamu merasa gak percaya diri. Wajar kamu merasa, lah apa gue emang gak layak dicintai ya? Apa gue emang punya sifat sejelek itu sampe orang yang dulunya memuja gue meninggalkan gue, apa gue emang separah itu ya, apa gue bisa mendapatkan orang yang bisa nerima gue yang kayak gini.... Daannn banyak pikiran bodoh lain menari di otak kamu.
Gapapa, wajar jadi insecure.
Tapi jangan kelamaan berada di situasi negatif itu.
Ketika patah hati, menghadapi perpisahan, gue baru sadar ternyata gue lebih hebat dan lebih berhaga dari yang gue bayangkan.
Setelah putus, coba deh kamu jangan ngurung diri aja di kamar.
Kamu pergi ke kampus sendiri
Kamu nonton sendiri
Kamu makan di resto favorit kamu sendiri
Kamu nongkrong di Cafe favorit kamu sendiri
Kamu traveling sendiri
Dan kamu bisa merasakan seberapa tangguhnya kamu. Untuk melakukan semua itu kamu gak perlu oranglain, kamu bisa bahagia dengan dirimu sendiri. Aku gak nyuruh kamu jadi ansos yaa...
Saat patah hati, perlu curhat sebanyak -banyaknya ke temen-temen yang bisa dipercaya dan yang bisa membantu kamu untuk membuat perasaan kamu jadi lebih lega, dan itu harus, ketimbang menyimpan semua beban dan kesedihan sendiri. Kalau kamu introvert, kamu bisa mengeluarkan semua emosi melalui tulisan, atau apapun yang bisa membuat kamu lega. Intinya jangan ditahan, jangan sok kuat, jangan gengsi buat terlihat lemah di depan orang yang kamu percaya. Keluarkan semuanya dan jangan ditahan, bisa jadi depresi ya guys kalo ditahan.
Tapi poinnya disini adalah, Kamu harus bisa berdiri diatas kaki kamu sendiri, kenapa? Karena ada masanya,
nobody can help you except yourself and God.
Jadi, kenali kekuatan dirimu dan jadilah hebat.
Ketika gue melakukan semuanya itu, gue mulai menyadari bahwa selama ini gue mengabaikan kekuatan gue, terlalu bergantung sama pasangan membuat gue lupa bahwa gue kuat dan hebat. Yaa, untung Tuhan baik kan memisahkan kita dari orang yang membuat kita tidak bisa menjadi versi terbaik dari diri kita.
Setelah kamu dipisahkan dari orang itu, kamu akan melihat bahwa diri kamu sangatlah berharga. Kamu berharga di mata Tuhan, karena Tuhan gak mau kamu menghabiskan sisa hidup kamu dengan orang yang membuat kamu merasa tidak berharga (insecure?). Tuhan gak mau kamu menghabiskan sisa hidup kamu dengan orang yang membuat kamu tidak bahagia dan dan membuat kamu jadi tidak mencintai dirimu sendiri.
Yang lebih membahagiakan lagi,nanti kamu akan lihat bahwa ada orang lain yang bisa menerima kamu apa adanya, dengan segala kelemahan dan kelebihan kamu, orang yang bisa membuat kamu jadi versi terbaik dari diri kamu, dan orang yang bisa bertumbuh bersama kamu ke hal-hal yang positif. Siapa dia? Ya Jodoh yang terbaik dari Tuhan dong! Kalau kamu stuck  dengan orang dari masa lalu itu, gimana bisa ketemu dengan orang yang terbaik dari Tuhan? Bersyukur dong...
Terus gimana cara supaya bisa move on dan bangkit dari patah hati?
Di tulisan selanjutnya,gue bakalan kasi pengalaman gue bagaimana proses dan yang gue lakukan untuk move on dan menyembuhkan luka hati. Stay Positive and see you on the next post!

No comments:

Post a Comment