Search This Blog

Wednesday, September 27, 2017

KINGSMAN AND THE GOLDEN CIRCLE: Sebuah perenungan.

8:06 PM 1 Comments
Hello Netizen!
Akhirnya hari ini gue bisa nonton lagi, setelah sekian hari harus mempersiapkan diri untuk ujian masuk s2, well, ya nanti gue ceritain kok gue bisa ambil s2 lagi.
Hari ini gue pengen cerita tentang pengalaman gue nonton di Hermes XXI Medan. Nonton apa? Kingsman and The Golden Circle. Yang takut kena spoiler mending jangan lanjut baca ya, gue takut di gebukin massa. 

Awalnya sebagai pecinta Film, gue merasa gagal karena gue gak pernah nonton Kingsman yang part I (anggep aja part satu ya, yg sebelum kingsman ini). Karena setelah gue tonton, atas rekomendasi adek gue, filmnya bagus dan menghibur banget. Secara cerita, cinematografi, akting, dan komedinya semua dapet. Gue bukan pengamat film yang udah ahli, tapi ya dari beberapa pengalaman nonton film, gue bisa menilai lah sedikit-sedikit. Gaya bgt ya...

Yang udah nonton Kingsman part I pasti akan mendapat hiburan di sekuel Kingsman yang baru ini, karena akan terkuak apa yang sebenarnya terjadi setelah penembakan Harry di Gereja. Lalu kisah cinta eggsy yang ngegantung di sekuel pertamanya akan terjawab dengan sangat apik dan tuntas di sekuel Golden Circle ini. Saking apiknya gue sampe nyaris lupa ni film action apa filmnya disney. well. Lanjut, musuh Kingsman di sekuel kedua ini tentu saja baru dan tidak terduga, meski ada sedikit hubungan dengan si Valentine yang Kingsman part I, tapi hubungannya dikit banget kok. Cuma karena satu orang aja. And then, gue mau komentar bahwa, pengkhianat emang selamanya akan ada dalam hidup kita di dunia ini, dan bibit pengkhianatan sebenernya bisa kebaca di awal sebuah hubungan, karena yang namanya bibit itu bisa bertumbuh, dan membuahkan buah pengkhianatan. Serius amat boss..

Di cerita Kingsman and the Circle Golden ini, gue gak akan banyak mengomentari filmnya. Tapi seperti yang sudah-sudah, gue akan menuliskan hasil perenungan gue dari film ini. Film ini menurut gue mengangkat sebuah fenomena yang umum di masyarakat, tapi melemparkan sebuah wacana, atau apa ya gue mau bilang, hmm, sesuatu yang kalau direnungkan bikin kita jadi dilema dan bisa melihat sebuah hal dari sudut pandang yang berbeda namun kontroversial. duh, ribet amat dah.

Like, di cerita ini ada sebuah bos bandar narkoba yang sukses dan kaya raya. Lalu dia membuat sebuah virus yang dia campur ke produk-produk narkoba dagangannya. Virus ini intinya ujung-ujungnya kematian. Si Penjahat melakukan ini supaya dia jadi terkenal, soalnya dia merasa dia kaya raya tapi kok gak terkenal (Ya iyalah lo bandar narkoba, terkenal tercyduklah). Lalu dia bikin kesepakatan sama Presiden US melalui video message, dia bakal kasi penawarnya (biar orang-orang ini gak jadi mati) asalkan Narkoba di legalkan, terus dia dan antek-anteknya kebal hukum, yang gue soroti itu sih. Mungkin ada kesepakatan lain gue lupa. 

Ketika dunia udah mulai bereaksi dan banyak pemakai yang mulai terjangkit penyakit akibat virus itu, Presiden harus membuat keputusan. Gue terharu ketika ada seorang sahabat yang bilang ke sohibnya yang lagi terjangkit, "I said to you before, DRUGS IS NOT GOOD FOR YOU, dude,"
Well, Yes Offcourse.
Terlepas dari kontroversi keputusan presiden dan yang dilakukan Kingsman untuk menyelamatkan dunia. Gue sedikit merenung, menurut lu, layakkah mereka diselamatkan? Mereka itu sebenernya cuma para pemakai dan kalo gue ngutip kalimat kasar di masyarakat ya, "Sampah masyarakat dan pelanggar hukum," layakkah mereka hidup?

Bagi sebagian orang, mungkin bakal mikir yaudahlah ya, lo pemakai lo terjangkit, mampus aja lo sono. Lo kan pelanggar hukum, itu udah hukuman buat elo. Salah sendiri makek! 
FYI, para pemakai yang terjangkit itu di jadiin satu di sebuah gudang yang gede banget, dan bisa lo bayangkan sebanyak apa manusia disana? Pemakai narkoba kan banyak banget sob! Bahkan salah satu pejabat presiden (di film ini) ternyata juga pemakai.

Sebagian orang atas nama kemanusiaan bakal bilang, setiap manusia punya hak untuk hidup dan punya hak untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Jadi ya intinya harus diselamatkanlah. 
Sebagian orang yang religius bakal bilang, pertobatan itu gak ada kata terlambat, makanya tiap orang punya kesempatan kedua. 

Setiap orang punya pendapatnya masing-masing. Bahkan gue pribadi agak gak setuju di ending film si Presiden dipenjara karena dia dituduh membohongi publik dan membiarkan jutaan umat manusia meninggal karena keputusannya. Trus gue kayak mikir, si pejabat presiden yang pemakai apa kabar sob? Kok bebas-bebas aja trus jadi gantiin dia ?

Meskipun ada sedikit sisi positif, ada orang yang akhirnya di ending bilang "I don't wanna touch this fuckin drugs anymore," Yeah ada pertobatan lah ya.
Terlepas dari kontroversi yang ada dan jadi bahan perenungan gue. Gue mengakui bahwa film ini layak banget untuk di tonton di bioskop, bukan di laptop apalagi di hp. Karena semua sisi dari film ini sangat menghibur dan apik. Kecuali bagian berantemnya yang cepet banget bikin gue puyeng, gila sih kameramennya cool abis ngambil gambarnya. Trus bagian yang sadis-sadis, yah gue agak geli aja, hehe.
Over all semua oke dan menghibur, baik gambar, musik, cerita, okelah. 8/10. Khusus buat pengguna DRUGS gue saranin lo nonton ini, hehe. Buat perenungan aja dalam hidup.

Yes, setiap orang punya kesempatan untuk berubah, dan Eggsy di film ini juga membuktikan bahwa even belatungpun bisa jadi kupu-kupu. Metamorfosa yang indah sih. Belatung jadi ulat dan jadi kupu-kupu, semua bisa if you have a manner and mau dibikin punya manner.
BECAUSE MANNER MAKETH A MAN.
See yaaa....


Friday, September 8, 2017

WHAT DO YOU THINK ABOUT LOVE?

6:36 PM 0 Comments




Hai masyarakat Internet,
Akhirnya gue nulis lagi.
Honestly,butuh mood dan kemauan yang keras buat nulis blog ini. Juga butuh niat dan inspirasi.

Secara gue emang anaknya mageran, bahkan ide gue yang udah numpuk di otak aja kadang tidak bisa menggerakan tangan gue untuk menulis. Ya maap.

Sore ini (saat gue nulis ini adalah di sore yang sejuk di kamar gue), gue membaca sebuah artikel di laintodey, tentang seorang mantan pejabat, yang gue gausah sebut, takut kena UU ITE, wkwk). Yang mana mantan pejabat ini sangat menginspirasi banyak orang, banyak berjasa bagi masyarakat, namun sayangnya karena ada suatu hal kasus menimpanya, dia harus dipenjara. Gue gak akan bahas kenapa dia dipenjara ataupun opini gue tentang kasusnya dia ya, No.

Gue baca berita, dia mengirimkan surat untuk istrinya, gak cuma surat, dia juga mengirimkan bucket bunga, kenapa ngirim? Karena bertepatan dengan anniversary pernikahan mereka. Gue baca surat itu dan gue terharu, gue nangis, gue bilang, “Anjir siapa yang naroh bawang disini!” Joke receh sih, kaga ada bawang juga di kamar gue.
Gue terharu bukan karena romantisme mereka, bukan karena gue baper because nobody yang ngirimin bunga for me, bukan karena gue iri gue belum anniversary (jangankan annive, dayversay kalo ada juga gue kaga ngerayain). BUKAN.

Gue terharu dengan beberapa potong kalimat belisu di suratnya yang mengatakan, “Tuhan, terimakasih atas semua yang terjadi,” Well, di bagian pembuka surat, beliau juga bilang, yang intinya dia bersyukur atas kejadian yang menimpa dia, dan dia sudah menerimanya, ini mencakup kejadian, lingkungan, bahkan orang-orang yang menyebabkan ini terjadi.
Lalu gue stalk beberapa berita tentang beliau lagi, ada sebuah petikan kata-kata beliau yang gue juga terharu. “Saya telah belajar mengampuni dan menerima semua ini, jika untuk kebaikan kita dalam berbangsa dan bernegara,” 

Kata-kata ini mengingatkan gue pada salah satu orang yang sangat gue hormati sampai sekarang, dan teladan gue dalam mencintai bangsa dan negara ini, Ir. Soekarno. Beliau juga pernah berstatemen yang intinya demi kesatuan dan persatuan bangsa, beliau menerima keadaannya ini (saat itu bapak Proklamator kita sedang dalam kondisi menjadi Tahanan POlitik di masa pemerintahan Orba, yang kalian anak-anak 90-an pasti tahu gimana … nya masa itu, saking … gue sampe gak berani nulis, takut kena UU ITE, hehe)
Kedua tokoh ini adalah The Real Big Heart bagi gue, gimana lu rela mengorbankan diri untuk sesuatu yang lo cintai? Gue gak habis pikir, dan saat ini gue ngetik sambil nangis, duh jadi burem layarnya…

Pengorbanan yang gue maksud adalah, lo bahkan bisa MENERIMA keadaan yang (maaf) buruk yang ditimbulkan karena kecintaan lo (dalam hal ini kedua tokoh kita) kepada Tanah Air, Negara. Gue gak tau lo semua baca ini dapet poin gue atau gak. well…
Bagi gue, cinta adalah pengorbanan, pengorbanan adalah sesuatu yang lo berikan (milik lo, hak lo, milik lo yang harusnya GAK WAJIB BUAT LO KASI ke siapapun) untuk seuatu yang lo cintai, karena lo tahu, itu diperlukan untuk kebaikan dan kebahagiaannya, meskipun lu tahu juga itu membuat lu harus merelakan diri lu sendiri. Dan pengorbanan ini ada pamrihnya, pamrihnya adalah kebahagiaan, kesejahteraan dan segala yang baik bagi yang lo cintai.

Menurut gue ini dalem, sampe gue kesulitan gimana merangkainya dengan kata-kata.
Cinta akan tanah air membuat kedua tokoh ini rela mengorbankan sesuatu yang harusnya gak mereka korbankan, bagi gue ini sangat mengherankan.

And now, how about our spiritual Life?
Ada satu tokoh yang juga the Real Big Heart dan cintanya tidak bisa tertandingi, namanya Yesus. His Love Is all definition of Love itself. Bagi gue, cinta adalah pengorbanan, dan itu gak gampang, tapi kalau lu bener-bener cinta, itu akan jadi gampang.
Dari perenungan ini, gue mikir,

”Tuhan, seberapa besar cintaMu padaku, aku bahkan gak berani menanyakan, karena TERLALU BESAR, and then now how about me? Have I given all my heart to You? Sudahkah aku rela mengorbankan sesuatu bagiMU? sudahkah aku bisa berkata, kalau Tuhan senang I do love it too, kalau keadaan ini memang pengaturan Tuhan aku menerima, kalau itu demi menyenangkan Dia aku rela.Cinta itu pengorbanan, sampai detik ini gue masih percaya itu, dan yang membuat lo sanggup berkorban bahkan bisa merasa ini bukan sesuatu yang berat adalah saat lo melihat yang lo cintai. Itu/Dia menjadi tenaga dan dorongan yang besar buat lo.
Lord, I want to learn to loving You everyday, more loving You everyday."
Akhir kata.
Thanks for Reading, see ya next post.